DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN

Berburu Ilmu Petani di Kebun Durian Organik Tamora Farm

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang didampingi Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) dan sejumlah Petani Durian asal Kabupaten Pandeglang melakukan kunjungan ke Tamora Farm Kecamatan Baros Kabupaten Serang Provinsi Banten.

Tamora Farm Baros sendiri terletak di Desa Tejamari, merupakan area perkebunan durian dan buah lainnya yang sengaja dibuat untuk pola tanam pertanian full organik, dan menjadi percontohan untuk para petani agar tidak bergantung pada pemakaian pupuk kimia berlebihan, hingga bisa merusak tanah dan menimbulkan efek rumah kaca.

Secara geografis, Desa Tejamari sebelah utara berbatasan langsung dengan Desa Sinarmukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Di Selatan berbatasan dengan Desa Sukamenak. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Seuat Kecamatan Petir, Sementara di sebelah barat, Desa Panyirapan Kecamatan Baros.

Disela kesibukan dan waktunya yang padat, Kepala DPKP Pandeglang Dr. Nasir, SP., MBA., MP bersama Kabid TPH Nuridawati, SP., MM mengajak Petani Durian asal Pandeglang berkunjung ke Lokasi Kebun Durian Tamora Farm untuk berguru ilmu durian.

Kepala DPKP Pandeglang Dr. Nasir, SP., MBA., MP mengaku terkesan dengan tata kelola perkebunan disini, dimana kebun itu diurus dan dirawat  dengan sangat baik. Berbagai tanaman sangat tumbuh dan berproduksi diatas lahan seluas 3 ha, kebanyakan adalah tanaman durian Musang king, Bawor, Durian Ochee (oci), Durian Duri Hitam dan berbahagia jenis tanaman buah lainnya.

Durian Musang King

Kebun milik Pak Hengky ini memiliki 12 orang karyawan sebagai mengurus kebun. Kebun Tamora Farm ini sudah lama berproduksi dan menghasilkan berbagai buah-buahan.  

Tamora Farm memproduksi bibit durian, mengolah pupuk organik dan melayani pengunjung yang datang langsung ke kebun.  “Kami sempat mencicipi buah yang baru dipanen kebetulan durian musang king dengan harga Rp300.000/kg,” ujar Kepala DPKP Pandeglang Dr. Nasir, SP., MBA., MP Sabtu (09/12/2023) akhir pekan kemarin.

Kebun ini sekarang sudah menjadi salah satu tujuan wisata agro, dan sudah banyak tamu yang datang untuk melihat dan menikmati buah durian segar jatuhan yang siap dinikmati langsung di lokasi perkebunan.

Menurut Doktor Nasir, keberhasilan perkebunan Tamora Farm dalam berproduksi tanaman durian patut dicontoh oleh para petani. Tersebab itu ia mengajak sejumlah petani di Pandeglang untuk menimba ilmu, khususnya budidaya durian yang menguntungkan petani.

“Ini menjadi contoh bagi kita di Pandeglang, bagaimana merawat kebun durian yang baik, kualitas hasil yang memuaskan, faktor-faktor apa yang menjadi titik kritis dalam pengelolaan kebun agar bisa berhasil,” katanya.

Ia menyakini berbagi pengalaman langsung dari nara sumber (petani sukses) bersama para pekebun langsung di lokasi sangat efektif sebagai pengalaman dan pengetahuan yang sangat berharga. “Kita jangan malu belajar dan belajar, kepada yang telah sukses,” tuturnya.

Beberapa lokasi sentra tanaman durian di Pandeglang menurutnya, sudah mulai berproduksi baik di Kebun Durian Kawasan Cisolong, Kecamatan Mandalawangi, Kecamatan Cadasari, Kecamatan Carita, Kecamatan Jiput, termasuk perkebunan di kampung buah Agrinex Kecamatan Cikeusik.

“Jika dikelola secara optimal ia optimistis perkebunan durian di wilayah Pandeglang akan menjadi kawasan Agrowisata durian yang menjanjikan dimasa depan,” harapnya.

Kegiatan kunjungan ini menurut Kepala DPKP Pandeglang Doktor Nasir dalam rangka untuk memberikan pemahaman kepada petani durian yang diajaknya berkunjung agar mampu merawat kebun durian dan menghasilkan buah yang optimal, serta berkualitas dari sisi rasa, warna dan bobotnya.

Muhammad Hengky Massie, pemilik Tamora Farm mengatakan, pohon durian yang ia tanam dikelola dengan sistem pertanian terencana. Satu pohon rata-rata terdiri dari dari dua jenis varietas durian yang akan panen secara bergantian. Sehingga dengan demikian tidak ada lagi ‘mitos’ yang mengatakan duren itu buah musiman.

Setiap bulan pohon durian diprogram untuk berbuah, jadi dengan begitu bisa dipanen sebulan sekali, dengan catatan menggunakan pupuk organik, tanpa pupuk kimia.

Tamora Farm diklaim sebagai sistem perkebunan anti-mainstream yang dipraktikan menggunakan pupuk organik total. Tanpa bahan kimia pabrikan. Dikombinasikan dengan metoda tanam ‘triple tree planting’ atau satu titik tiga pohon.

Dan terbukti ratusan pohon buah-buahan disini sudah tumbuh pesat, 570 diantaranya adalah pohon durian yang sudah dipanen sejak tahun 2020.

Setiap bulan pohon durian diprogram untuk berbuah, jadi dengan begitu bisa dipanen sebulan sekali, dengan catatan menggunakan pupuk organik, tanpa pupuk kimia.

Tamora Farm diklaim sebagai sistem perkebunan anti-mainstream yang dipraktikan menggunakan pupuk organik total. Tanpa bahan kimia pabrikan. Dikombinasikan dengan metoda tanam ‘triple tree planting’ atau satu titik tiga pohon.

Dan terbukti ratusan pohon buah-buahan disini sudah tumbuh pesat, 570 diantaranya adalah pohon durian yang sudah dipanen sejak tahun 2020.

Pola tanam durian yang ia gunakan menggunakan metode ‘triple tree planting’ (satu titik tiga pohon). Kelebihannya dibanding metode tanam pohon tunggal, ‘triple tree planting’ dipastikan menghasilkan buah yang lebih banyak, lantaran secara buah tidak kalah dengan pohon tunggal.

Ia juga memastikan Tamora Farm menerapkan pemupukan alamiah, mulai pertumbuhan, merawat bunga, hingga saat pembuahan menggunakan full organik dan bahan alami yang ada di sekeliling.

Tanpa pupuk kimia atau obat, ia meyakinkan pohon buah disini bisa tumbuh subur, sehat, dan besar. Kuncinya ada pada tanah yang subur dan banyak nutrisi. Untuk memastikan hal itu ia mengaku perawatan pohon durian diawasi langsung olehnya. Baik metode maupun nutrisi yang diberikan.

Menurut praktisi durian itu, eceng gondok, tomat, bonggol pisang, dan keong mas adalah bahan-bahan alami yang dipakai untuk menutrisi pohon-pohonnya. Cairan hasil fermentasi ramuan itu mudah dibuat. Lain itu stok bahan baku tersedia di alam secara melimpah. Pohon menjadi lebih sehat.

Pertumbuhan dan produktivitas pohon meningkat. Bahkan, belum genap  2 tahun pohon durian yang ditanamnya sudah – ada – yang mulai berbunga dan berbuah.

Selain durian, ia juga menanam mangga, tanaman jeruk, alpukat, termasuk buah bintaro dan buah lain sebagai penahan hama.

Kedepan, Ia merancang kebunnya sebagai Agrowisata selain kebun wisata sekaligus media pembelajaran masyarakat dan petani setempat.

Disini banyak pengunjung yang datang sekedar untuk makan durian ditempat. Ada pula pengunjung yang datang melihat-lihat sambil belajar bagaimana cara menanam durian atau berkebun durian seperti dirinya.

Di Tamora Farm pohon durian dengan usia tanam 2,5 sampai 3 tahun sudah mulai produksi dan durian-durian yang dihasilkan di perkebunan ini merupakan durian-durian kelas ‘premium’ – terbaik – mulai dari Oci, Bawor, Musang King, Pelangi dan jenis durian varietas lokal lainnya. Pokoknya semuanya kelas ‘premium’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *